Flying Magic Bamboo

Tags

Ada satu tarian yang membuat pandangan seakan tak pernah lepas. Kaki pun melangkah dengan sendirinya untuk datang mendekat. Memberi jarak yang sangat dekat untuk mengangumi dan memahami arti dan makna tersembunyi di balik keindahan yang bercampur dengan keunikkan sebuah gerakkan. Ialah tarian kemenangan yang masyarakat desa Dokar percaya sebagai ungkapan rasa bahagia atas kemenangan yang diraih dalam medan perang. Masyarakat Dokar memberinya nama  
Tua Reta Lou.

Rasa bangga tentu bisa melihatnya secara langsung. Ditambah dengan jarak tempuh antara Maumere ke desa Dokar yang memakan waktu 1 jam lebih perjalanan menggunakan mobil. Tarian ini bisa menghapus rasa lelah, warga saja yang terkena efek mabuk Soka (arak NTT) bisa semangat kembali melihat euphoria dari kemenangan dalam peperangan ala masyarakat Dokar.

Adalagi nama lain dari tarian ini. Wisatawan asing khusunya menyebut tarian ini dengan nama Flying Magic Bamboo. Dimana satu orang yang dianggap sebagai seorang pahlawan atau orang paling berjasa dalam peperangan. Diberi kesempatan diarak oleh 4 orang laki-laki lainnya ke atas bambu besar sambil bergoyang-goyang seraya mengamati situasi terbaru dari musuh yang akan kembali menyerang.
Keunikannya sungguh memanjakan mata, membuat kita kagum dengan tradisi ini. Awal melihat saja, tarian ini telah merebut hati kita untuk melihatnya lagi dan lagi di lain kesempatan. seakan tak terlupakan, pikiran tentang tarian ini terus berputar-putar di otak. Melalui Tari Tua Reta Lou, sedikit membuka mata kita, Flores memiliki banyak keunikan. Flores yang memiliki 9 kabupaten kota, terutama kabupaten sikka telah memberikan suatu keunikan tradisi leluhur melalui sebuah tarian. Hati pun bertambah penasaran, ini baru 1 dari 9 kabupaten, tentu yang lainnya memiliki beragam budaya yang patut untuk dilihat dan menjadi pelajaran berharga buat kehidupan kedepan.


EmoticonEmoticon